Uncategorized

[Travelling] Melepas kangen dengan Candi Borobudur

Hello! Kali ini saya mau menceritakan tentang perjalanan saya menemani Karen Lo, turis dari Australia yang saya kenal di Jakarta, mengunjungi Candi Borobudur. Candi Buddha yang super megah yang menjadi salah satu dari 7 Keajaiban dunia ini memang selalu menggelitik hati para Turis yang penasaran untuk melihat lebih dekat. Termasuk Karen, ketika saya tanya mana saja tempat yang mau dikunjungi? Dengan yakin dia menjawab “Borobudur!”. Okay.. let’s go then!

Sekilas Borobudur


Membaca wikipedia dan beberapa sumber lain, diceritakan bahwa Borobudur mulai dibangun pada abad ke 7 dan selesai pada abad ke 8. Dibuat dari susunan batu andesit yang dikunci dengan desain piramida berundak, dengan 1 stupa induk di bagian paling atas dan puluhan stupa lainnya di ketiga undakan, kemegahan Borobudur ini diperkirakan memakan waktu pembuatan antara 75-100 tahun. WOW!! Super WOW!! 

Sedikit ada kesedihan ketika membaca sejarah monumen semegah ini sempat terbengkelai. Konon.. Perjalanan agama Hindu dan Buddha melemah sekitar abad ke 14-15, terutama setelah masuknya agama islam ke tanah Jawa. Mungkin ini juga yang membuat Borobudur mulai ditinggalkan, selain karena adanya banyak bencana alam seperti letusan gunung  Merapi yang memaksa Raja Mpu Sendok memindahkan kerajaannya ke Jawa Timur pada masa itu. 

Kemudian adanya sedikit cerita sejarah yang menyebutkan bahwa adanya Candi yang terbengkelai itu membawa kesialan. Seperti sangat seorang pemberontak PB I yang bertahun-tahun gak pernah tertangkap tahu-tahu mudah ditangkap ketika melarikan diri ke Borobudur. Juga ada cerita salah satu Pangeran Jawa yang mengunjungi borobudur, setelah sampai di kerajaan sehari kemudian meninggal.  

Namun kemudian, Rafless yang saat itu diberi kepercayaan untuk mengurus Tanah Jawa oleh Ratu Belanda, saat bertugas di Semarang, beliau mengirim orang untuk mencari bangunan megah dari batu di area Magelang dan akhirnya ketemulah si Borobudur ini. Dan akhirnya dipugar dan jadi lebih terlihat cantik. 

Sayangnya.. saat ini banyak banget terlihat Patung Buddha tanpa kepala. Dan itu karena adanya penjarahan dan pencurian pada saat itu, Bahkan sebagian menjadi milik Thailand karena dulu pernah ada permintaan dari Kerajaan Thailand saat berkunjung ke Jawa untuk memiliki beberapa arca dan dikabulkan oleh pemerintah. Dan saat ini (kalo kalian swmpat mampir ke Museum Nasional Thailand), arca-arca itu ada di sana.. Oh Tuhan saya sedih bener dengernya hahahahaa tapi yaudah yaaa itu masa lalu. Yang ada sekarang sebaiknya kita jaga baik-baik.. 🙏💕

Tips Mengunjungi Borobudur

Kompleks Candi Borobudur memiliki luas lebih dari 15.000 m2. Jadi kalau mau keliling, dengan jalan kaki, musti siap-siap capek yah bro-sis 🙊

Ada beberapa tips yang mau saya share sebelum cerita lebih banyak mengenai trip ini. Tips yang biasanya saya share di belakang, kali ini saya share di bagian awal hehehe. Biar beda lah sekali-kali 👻

1. Persiapkan fisik kamu. Sebelumnya usahakan tidur cukup dan sarapan cukup di pagi hari

2. Sebaiknya datang ke Borobudur saat pagi hari, karena matahari masih ramah. Borobudur buka jam6 pagi kok. Jadi kalo mau mulai tur jam7 pagi rasanya sudah aman. 

3. Bawa topi/payung >> Topi atau Payung memiliki fungsi untuk melindungi kita, baik dari panas maupun hujan. Itu penting untuk perjalanan ke Candi yang pastinya outdoor

4. Pakai sepatu yang nyaman >> yang ringan, tidak licin di tempat basah terutama untuk batu amdesit, juga nyaman dipakai untuk jalan jauh

5. Pakai tas ransel >> tas ransel memungkinkan kita untuk membawa barang agak banyak (di antaranya : kamera, powerbank, cemilan, payung, minuman, keperluan pribadi seperti make up dan obat-obatan) dan lebih stabil dibawa karena ada 2 selempang kanan kiri plus dapat digendong di belakang

6. Saat masuk, make sure kamu atau temen kamu masuk ke jalur yang benar. Karena pintu masuk untuk warga negara asing berbeda dengan WNI. Dan tentunya harganya memang beda. Jangan mencoba menipu petugas karena saat di pintu masuk ada pemeriksaan, dan ketika tidak lancar bahasa IndoneIa atau terlihat bingung bisa ketahuan lho kalo bukan orang Indonesia. 

7. ikuti alur sesuai yang akan saya ceritakan berikutnya (hahaha narsis yah.. minta diikutin. PD banget kayak kalian bakalan seneng dengan cara saya melepas kangen ke Borobudur)

Well.. we’ll see apakah yang saya ceritakan adalah rute terbaik untuk menikmati Borobudur. 

Melepas Kangen Dengan Candi Borobudur

Senin Pagi,  menjemput Karen di hotel jam7 pagi. Rencana semula mau jam6 pagi tapi rasanya terlalu awal, nanti Karen kurang istirahat. Perjalanan ke Borobudur pada hari senin memakan waktu 1 jam lebih 25 menit. Kami naik mobil dari Hotel Melia Purosani Yogyakarta

Memasuki tempat parkir area wisata Candi Borobudur, kami sudah disambut pedagang asongan yang menawarkan topi dan minuman. Topinya bagus-bagus udah macam yang biasa dipakai Fashion Blogger, enggak lagi topi bulat dengan sablonan gambar candi kayak waktu saya kecil dulu. 


Kemudian kami langsung menuju ke pintu masuk kompleks candi yang dekat dengan loket tiket. Berikut beberapa foto loket tiket untuk turis lokal:




Ada yang perlu diperhatikan dalam membeli tiket. Turis Lokal dan Turis Asing dibedakan loket dan pintu masuknya. 

Tapi kemarin ada yang nakal. Turis Malaysia ada yang memeli tiket Turis Lokal, sebenarnya ya silakan aja kalo udah paham, yakin dan bisa akting jadi orang lokal. Yang jadi masalah kemarin adalah ketika melalui bagian pemeriksaan tiket dan tas, gadis berkerudung itu nampak ragu dan takut, dan ketika ditanya :

“kamu asalnya dari mana? datang sama siapa?” dia makin bingung. Ketika dimintai KTP, semakin bingung lagi. Sementara temennya sudah masuk dan siap melewati pengecekan kedua. Akhirnya gadis berkerudung itu tidak diijinkan masuk, begitu pula dengan temannya diminta untuk keluar lagi. Gagal sudah.. Jangan ditiru yah kecuali kamu expert sudah. 

Berikut beberapa foto untuk gerbang masuk.. terdiri dari 2 gate yaitu pemeriksaan turis dan pemeriksaan tiket.


Saya dan Karen tentu masuk dari gerbang terpisah. Kami berjumpa di meeting point di bawah pohon di tengah taman. Udah kayak janjian apaan aja ini hahahaha bentar lagi ada musik langsung joget-joget muterin pohon (wkwkwwkk) 👻

Oke! Mari lanjutkan perjalanan! Hohoho..

Kereta Mini Candi Borobudur

Masuk lebih dalam, kami melihat ada kereta mini. Ah mari naik mari naik! Harga tiketnya hanya IDR 7.500 sudah termasuk Air Mineral botol kecil. Lumayan ya.. Anak kecil di atas 3 tahun harus membayar utuh. 


Ada cerita lucu lagi mengenai ini. Ketika kami bertanya ke petugas loket, kalau mau naik kereta harus minimal berapa orang? Dijawab 10 orang. Jadi kami menunggu. Sampai datanglah sekelompok siswa TK yang sedang piknik. Salah satu pengurusnya langsung beli 40 tiket. Uniknya.. Tiket belum dibagikan tapi semua sudah naik ke kereta. Apa kabar kami yang tadi disuruh menunggu tapi belum dilayani tiketnya 😂

Sopir kereta langsung menghampiri petugas tiket dan memintanya untuk melayani kami dulu yang sudah menunggu 15 menit. Supaya kami mendapat tempat duduk. Akhirnya kami mendapat tiket, lalu diarahkan sopir ke kereta kedua. Ada 2 kursi kosong untuk kami. Fiuh.. Gak lucu aja kalo kami yang duluan antri malah ketinggalan 😂 huahahahaha.. 

Pas mau naik, ada ibu berkerudung yang (mungkin) terlalu semangat naik kereta sampai tidak melihat saya berdiri. Dia menabrak dan menginjak kaki saya (pastinya tidak sengaja ya) tapi yang ngeselin adalah beliau ini melihat saya setelah menabrak tapi trus cuek. Sofia.. mana bisa digituin 😅 “Bu.. sebentar. Saya mau ngomong. Saya gakpapa kok ketabrak ibu tadi karena saya tahu ibu gak sengaja. Tapi, bisa kan minta maaf aja gitu? sederhana dan gampang” 

Ibunya cuma melotor dan pergi. 😂😂 Duh gimana ya.. dia kan lagi ngemong anak kecil, itu pasti masuk ke kepala anak-anak itu dan (yakin) besok bakalan ditiru. Nabrak orang dan gak minta maaf.. 😑

Mari lanjut.. Naik kereta keliling Kompleks. Itu semula yang saya pikirkan, karena kalau dulu, kereta mini ini enggak berhenti di pintu masuk Borobudur melainkan memutari kompleks lalu berhenti di tempat semula. Kali ini, kereta berhenti di gerbang terdekat dari Candi Borobudur. 

Dalam perjalanan menuju Candi, kami melewati kandang gajah. Seru banget adik-adik TK ini berteriak “gajaaahh oh hallooo gajaaah. haallloooo!!” hihihihi.. 




Akhirnya! Candi Borobudur! 

Yosh! Yosh! Lega banget pas baca kalo kami sudah dekat dengan Candi. 


Satu yang saya sesali. Kenapa saya gak pakai celana pendek aja hahahaha karena saya jadi bisa pakai sarung Borobudur. Karena pihak pengelola candi ingin menjaga citra Candi dengan menghormatinya terutama dari cara berpakaian yang sopan. Dipinjamkan secara cuma-cuma dan nanti bisa dikembalikan saat keluar dari Komplek Utama Candi Borobudur. 


Memasuki komplek Candi Borobudur, masih ada jalan bebatuan yang harus dilalui. Di tengah perjalanan, ada monumen kecil yang menjelaskan peran UNESCO di sini. Beberapa Turis nampal foto di sana. Saya lanjut ajah.. keburu siang hihi.. 


Itu tadi baru melewati jalan yang lurus dan datar yah. Gak lama, sudah sampao juga di tangga pertama. Yosh! Make sure kamu ready ya Guys! 👻 Step by Step, pelan aja, especially ketika habis hujan. Karena .. licin! Untung kemarin itu kering.. 😍 Alhamdulillaah.. 

Nampak di sisi kanan kiri itu ada tempat sampah ya! Keren! Mengingatkan untuk kita menjaga kebersihan. Jadi.. kalo kamu ada sampah yang ada di tangan, buanglah segera sebelum ada bisikan setan untuk membuangnya begitu saja di area candi nanti 👻



Memasuki gerbang utama, ada pos petugas. Fungsinya apa..? Tentu menjaga saja dan jadi tempat turis bertanya jika ada yang bingung atau perlu bantuan. Tidak ada pemeriksaan tiket lagi kok di sana.. jadi langsung aja masuk. Jangan lupa senyum dan mengucapkan “Selamat Pagi, Pak! Sugeng Enjang!” 

Ada beberapa tulisan larangan dan beberapa aturan di siai kanan kiri ketika masuk candi. Tapi ya yakin.. gak semua Turis membacanya. Siapa tau kamu juga lupa atau gak sempat baca ketika ke sana, saya fotokan untuk kamu baca di sini yah 😀





Ada juga papan larangan berdagang di Zona 1. Melegakan .. karena Turis bisa lebih nyaman menikmati pikniknya juga. 


Mengingat begitu ramaikya turis pagi ini, saya dan Karen memutuskan untuk keliling dari area bawah dulu baru nanti pelan-pelan naik. Selain itu, rasanya kaki kami memerlukan latihan dulu sebelum naik secara ekstrim ke Candi Borobudur. Ada banyak hal yang bisa kami lihat, di antaranya bagaimana manajemen mengurus Candi ini. Pagi tadi, ada beberapa petugas (atau mungkin voulentir) yang membersihkan kawasan Candi. Seperti nampak pada foto-foto berikut:



Saat  berkeliling, kami melihat ada banyak spot istirahat yang lengkap dengan pohon rindang dan kursi untuk duduk, juga ada tempat sampah. Bagus sekali formasinya. Ketika lelah berkeliling , bisa duduk-duduk beristirahat sambil minum dan berlindung dari terik matahari. Dan setelah minuman habis, botol bisa langsung dibuang dan siap melanjutkan perjalanan. TOP! 👍


Pemandangan borobudur dari bawah pohon pun gak kalah cantik, seperti ini : 


Lucunya lagi, beberapa kali saya dan Karen diajak foto sama turis lokal. Mungkin mereka berpikir kami Turis asing😅 Ya sebenarnya Karen turis asing memang. Udah nolak tapi tetep diajak yaudah.. menyenangkan hati orang lain kan gak salah ya 😀

Menaiki Borobudur


Menyenangkan ketika tahu Borobudur kini memiliki tangga rangka besi dengan step kayu. Selain bisa melindungi undakan tangga batu, juga nyaman untuk dipijak. Entah sejak kapan ada tangga ini, terakhir ke sini belum ada. 



Borobudur hari ini masih ada pemeliharaan di beberapa tempat. Namun tidak  begitu mengganggu langkah turis karena tidak semua bagian sedang dikerjakan. Yang penting tetap berhati-hati saja, kalau bisa, hindari area pemeliharaan yah. 




Yang terlihat direnovasi kemarin adalah undakan pertama dan undakan ketiga. 

Beberapa foto yang saya ambil ketika menjelajah tiap undakan :




Borobudur memiliki banyak sign baru. Yang isinya adalah mengingatkan turis untuk tidak memanjat. Yang paling sedih ya ini.. gak bisa lagi main pegang arca di dalam stupa hehehehehe.. gakpapa. demi memelihara kelestarian candi yang usianya sudah semakin tua.. 


Bahkan di stupa terbesar juga tetep ada tulisan dilarang memanjat hehe. Tak hanya itu, sekarang manajemen Borobudur juga melakukan effort lebih demi mendisiplinkAn pengunjung yang nakal. Ada petugas yang berjaga di setiap undakannya. Dan ada yang berteriak dengan toa untuk mengingatkan jika ada pengunjung yang nakal. 

Foto-Foto di Borobudur


Selfie dengan background turis lagi pada foto-foto dan selfie itu seru juga hehehehee.. 

Ada baaaaaanyak banget spot menarik untuk difoto. Juga untuk tempat foto. Borobudur memang super fotogenik! Makanya.. jangan sampe saltum pas ke sana ya.. biar foto-fotonya maksimal 📷 cekrek!! 





Kamu bisa minta tolong teman, saudara atau tongsis biar bisa dapat hasil foto yang kamu mau. Seru banget ya temen-temen pada asik foto di Candi 💕


dan berhubung ini tempat umum bahkan tempat wisata yang selalu ramai, harap sabar menanti gak ada photobomb ya .. fotografernya juga harus cekatan memencet tombol karena tempat yang sepi itu gak selalu available lama. Kadang malah cuma 3-8 detik wakakakakaa.. padahal nunggunya bisa 5-15menit hihihi cabal yah!



Saat kami turun, seorang petugas menginfokan salah satu spot foto terbaik di Borobudur yaitu ke sebelah kanan. Lansung lah kami ke sana. Petugas tersebut juga mau membantu mengambil gambar asalkan di pos dia ada 2 penjaga jadi ketika dia tinggal gak akan kosong. Jadi petugas gak selalu galak lho.. ini buktinya. Beliau baik banget hehe.. 


Dan saya pun jadi punya foto dengan background cantik ini 📷💕

Sayang cucu! Sayang cucu! 😍


Saya melihat beberapa hal yang menyentuh kalbu. Apakah itu? 

Ada banyak keluarga yang sedang piknik ke Borobudur. Dan beberapa di antaranya membawa kakek nenek dan anak kecil. Saya hanya sempat mengabadikan  2 orang saja tadi.. 

Yang pertama di atas itu, seorang kakek menggendong cucunya supaya tidak capek saat naik. Sedangkan saya sendiri justru mengkhawatirkan si kakek.. hehe.. tapi syukurlah bisa juga sampai atas.

Foto lain adalah kakek ini bersama cucunya. Menggandengnya menaiki tangga. Pelan-pelan ya cu.. hati-hati ya.. 


Sempat ngobrol sebentar.. sambil kakek dan cucu istirahat di tepi tangga 💕

Perjalanan keluar Candi


Seru juga mengambil gambar dari ketinggian saat perjalanan turun dan keluar Candi. 


Perhatikan tanda petunjuk arah keluar dan ikuti. Jangan lupa untuk buang sampah pada tempatnya yah.. 


Saat keluar banyak ketemu sama orang tua dan murid TK yang sedang beristirahat. Ngobrol dengan bahasa jawa.. beneran berasa di rumah. hihihi.. 


Keluar dari Candi tentu masih perlu menuruni tangga beberapa undakan. Pastikan pelan-pelan dan pegangan di tempat yang sudah disediakan ya.


Jangan kuatir kalo kamu kelelahan, atau ragu untuk turun kamu bisa menepi dulu. Jangan berhenti mendadak karena orang di atasmu bisa kaget, gak sempat ngerem dan malah berakibat fatal nantinya.



hih! Keseeell banget sama orang yang senang buang sampah sembarangan selagi usia dini. Apalagi ada orang tuanya di sebelahnya.. Tadi saya liat anak itu minta makanan ke ibunya dan dikasih beng beng (gak tau dingin apa enggak, gak penting ya) tapi tau2 dia sobek sobek aja bungkusnya trus dia buang wheeerrrr gitu aja dan ibunya tau tapi cuek aja.. 😡😤

Saya kejar? enggak. ngapain. Biar Tuhan yang balas. Sayanya juga udah pegel.. Ambil bungkus bengbengnya dan buang ke tempat sampah yang cuma berjarak sekitar 3m dari situ. Sudah sudah.. mari jalan pulang.. perjalanan masih panjang 🙏


Setelah berjalan sekitar 400m maka kamu akan menemukan jalan ini. Dan di sebelah kiri akan nampak museum. 


Saya dan Karen enggak berhenti di museum tapi langsung jalan pulang aja keluar menembus pedagang asongan.



Ini adalah pintu keluar Komplek Candi Borobudur. Suka ama pintunya hihi biar pada sabar keluar 1-1 gak usah berebut.. 

Setelah melewati pintu keluar ini, kami harus melewati pasar oleh-oleh. Lumayan kayak labirin. Mungkin sekitar 600m jalan kaki lah sampai tempat parkir. 

Di penghujung pasar, kami membeli cemilan. Yaitu tahu dan pepaya. 

12pcs tahu dihargai IDR 10,000. 3potong pepaya dihargai IDR 10.000 juga. Ada juga rujak IDR 5.000 tapi saya enggak beli.


 

Keluar dari pasar ini, masih ada lorong pagar yang harus dilalui. hahahahaa panjang beneeeerrrr..


Ibu ini menawarkan asbak seharga IDR 5.000 /pcs. Tapi kami sama-sama tidak memerlukan asbak. Semoga laris sama turis  lain ya bu..



Kamu juga bisa ketemu Pikachu dan bumble bee nih! hihihi.. 


Dan akhirnya setelah melewati kios kios makanan ini, tibalah kami di parkir A 👏 Dan mari kita pulaaaaang..


Seru banget petualangan selama 3 jam dari jam8.20 sampai jam11.20 di Komplek Wisata Candi Borobudur. Semoga bisa membuat teman-teman semua jadi kepengen datang ke Candi Borobudur lagi yah! 

Terima kasih sudah mampir ke blog sofia, sampai ketemu di blog post selanjutnya 😍

Love and Cheers,

Sofia Dewi

instagram | twitter | Facebook Page

5 thoughts on “[Travelling] Melepas kangen dengan Candi Borobudur

  1. Iya jauh banget hampir 10x lipat… yang penting bisa akting dan jangan pasang muka bingung kali ya.. alhamdulillaaah kalau sudah blg suami langsung lokal. Asik banget itu.. kmrn tmn bawa suami yg orang jerman tetep gak bisa .. yaudah.. bayar mahal de..

      1. Hehe mungkin lebih tepatnya terkesan jauh lebih mahal karena yang lokal dikasih murah.. kalay di negara lain biasanya selisih sedikit karena yang lokal juga sudah agak mahal..

        Waktu ke KL juga selisihnya cuma 2x lipat karena lokalnya sudah mahal juga.. pas ke SG malah cuma selisih beberapa dollar.

        kita nikmati jadi orang lokal indonesia saja heheheehe..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *